Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan terus
melakukan pembenahan, setelah Ruangan Perawatan Bougenvil dapat difungsikan
kembali setelah sekian lama mengalami keterlambatan akhirnya dapat digunakan.
Direktur RSUD Nunukan dr Dulman menyampaikan pengerjaan finising kita lakukan
sendiri, kalau menunggu kontraktor yang dulu mengerjakan pasti sampai kapanpun
tidak akan selesai. Pemasangan AC, Korden, pembersihan lokasi setelah renovasi
kita kerjakan sendiri, kita kerahkan Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPSRS)
Bagian Bangunan, alhmandulillah sejak bulan Agustus kemarin sudah bisa
ditempati. Nah di tahun ini kita juga berencana akan merenovasi ruangan IGD
yang kondisinya sudah sangat membahayakan, karena sebagian besar atap di IGD
sudah bocor. Namun renovasi kali ini termasuk renovasi ringan karena hanya
memperbaiki atap yang bocor.
Rabu, 23 September 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
Akhirnya Perawatan Bougenvil Difungsikan Kembali
| Doa Bersama Ruangan Bougenvil |
Sejak Jumat, 14 Agustus 2015 Ruang
Perawatan Bougenvil sudah dapat difungsikan kembali. Pernah menjadi topik
hangat pemberitaan di Surat Kabar tentang tidak selesainya pengerjaan renovasi
Ruang Perawatan RSUD Nunukan akhirnya dapat juga terselesaikan. Direktur RSUD
Nunukan Dr. Dulman dalam Apel Pagi Selasa 18 Agustus 2015 menyampaikan rasa
syukurnya telah merdeka (ungkapnya) dengan telah difungsikan kembali ruang
Perawatan Bougenvil. Harapannya dengan telah difungsikan kembali Ruang
Perawatan Bougenvil dapat mengurangi keluhan pasien yang selama ini memang
seringkali akibat kekurangan ruangan akhirnya mendapatkan tempat perawatan yang
tidak sesuai dengan haknya. Mereka yang berdasarkan kepesertaan BPJS di Kelas I
ternyata karena ruangan penuh terpaksa harus di kelas 2.
Kamis, 13 Agustus 2015
Ibadah Persekutuan Oikumene Pegawai RSUD Nunukan
Hari ini Kamis, 13 Agustus 2015, Persekutuan
Doa Oikumene Pegawai RSUD Nunukan yang beragama Protestan dan Katolik melakukan
kegiatan ibadah Oikumene di RSUD Nunukan. Kegiatan yang berlangsung di lantai
dua Gedung CTKI ini selain bertujuan untuk meningkatkan keimanan karyawan RSUD
Nunukan juga untuk mempererat tali silahturahmi dan hubungan antar karyawan di
RSUD Nunukan. Kegiatan ibadah ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin setiap
bulannya. Osse Lembang, SKM selaku Ketua Penyelenggara mengatakan sebenarnya
kegiatan ini sudah berjalan hampir 2 tahun terakhir namun karena terkendala
keterbatasan ruangan sehingga sempat vakum untuk beberapa bulan. Hari ini
Ibadah kita dipimpin oleh Pendeta dari Gereja Toraja Beliau adalah Pendeta
Hasnah Marewa, S.Th (ungkapnya).
Selasa, 11 Agustus 2015
Lowongan Dokter Spesialis Syaraf
Sejak akhir Bulan
Juli 2015 Spesialis Saraf dr. Dani Puji Lestari, Sp.S telah mengakhiri masa
tugasnya selama 6 bulan di RSUD Nunukan. Akibatnya banyak pasien - pasien saraf
yang selama ini memerlukan pengobatan dengan jangka waktu pengobatan yang lama
dan berkelanjutan mencari - cari dokter saraf di RSUD Nunukan. Sebagian pasien
masih ada yang berkenan untuk dilayani oleh Spesialis Penyakit Dalam namun
sebagian lagi ada yang minta dirujuk ke rumah sakit lain yang ada dokter
syarafnya.
Pelayanan Kesehatan Penduduk Kurang Mampu
![]() |
| illustrasi, sumber : internet |
Pada akhir tahun 2014 tepatnya sejak
tanggal 1 Desember 2014 Kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan
tidak lagi mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang selama ini
digunakan oleh masyarakat untuk berobat di rumah sakit. Hal ini dilakukan
mengingat adanya transisi Peraturan Bupati Nunukan yang akan diterapkan di awal
tahun 2015. Hasil rapat terakhir di Ruangan Asisten 3 pada saat itu waktu yang
tersisa tinggal 1 bulan akan digunakan untuk pendataan peserta PBI Daerah untuk
kepesertaan tahun 2015. Sampai dengan Bulan Pebruari 2015 proses pendataan tak
kunjung selesai sementara sudah banyak masyarakat yang tidak mampu sakit dan
memerlukan pelayanan kesehatan, belum lagi proses validasi data yang sudah
terkumpul di Kecamatan dan Bagian Kesejahteraan Sosial Pemda Nunukan. Pada
tanggal 20 Januari 2015 Bagian Kesejahteraan Sosial Pemda Nunukan bertempat di
Ruangan Asisten 3 Setkab Nunukan mengadakan rapat dengan agenda Penyerahan
Kartu Kepesertaan PBID dari BPJS kepada para Camat dan pembahasan kepesertaan
di tahun 2015. Jumlah Kepesertaan PBI Daerah yang sudah dicetakkan kartu
sebanyak 17.371 jiwa. Sementara proses pendataan yang sudah terkumpul 8
kecamatan dari 16 kecamatan datanya sudah mencapai angka ± 23.000 jiwa. Untuk diketahui jumlah
17.371 jiwa ini adalah data kepesertaan awal PBID Kabupaten Nunukan sekitar
12.000 jiwa ditambah dengan peserta tambahan selama tahun 2014.
Senin, 10 Agustus 2015
RSUD Nunukan Go International
![]() | |||
| Penandatanganan MOU |
Sejak 7 Agustus 2015 RSUD Nunukan telah
menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Swasta Pemeriksa Kesehatan Tenaga
Kerja di Malaysia yaitu Growarisan, Sdn.Bhd tentang Pemeriksaan Kesehatan
Tenaga Kerja Indonesia. Seperti di ketahui Growarisan adalah salah satu
perusahaan swasta yang ditunjuk oleh Pemerintah Malaysia untuk melakukan
Pemeriksaan Kesehatan kepada semua imigran yang masuk ke Sabah Malaysia dan
akan bekerja di Ladang / Kebun di Sabah , Malaysia.
Seperti yang disampaikan Bapak Muhammad
Shaleh Konsulat RI di Tawau Malaysia, RSUD Nunukan harus menyiapkan diri dengan
melengkapi berbagai macam sarana dan prasarana guna mendukung kerjasama yang
telah disepakati dengan Growarisan. Jangan sampai nanti mengecewakan Pihak
Growarisan dan juga dari TKI itu sendiri. Konsulat juga menyampaikan bahwa RSUD
Nunukan sudah Go Internasional menjadi kebanggaan dan contoh di daerah
Perbatasan sehingga nantinya dapat diikuti oleh Rumah Sakit - Rumah Sakit lain
di wilayah Perbatasan.
Kamis, 06 Agustus 2015
RSUD Nunukan Membutuhkan Dokter Mata
![]() |
| dr. Winih Arsih, Sp.M |
Dokter Spesialis Mata RSUD Nunukan, dr Winih Arsih, Sp.M merupakan dokter penugasan khusus dari Kementerian Kesehatan guna menyelesaikan masa bhaktinya sehubungan dengan pembiayaan PPDS yang bersumber dari Kementerian Kesehatan RI. Dokter cantik ini sudah bertugas di RSUD Nunukan sejak bulan Maret 2015 sehingga dalam akhir bulan Agustus ini masa tugasnya di RSUD Nunukan akan segera berakhir.
Senin, 13 April 2015
Senam Sehat Bugar Bersama
Dalam rangka
mensosialisasikan pentingnya cuci tangan sehat pakai sabun, RSUD Kabupaten
Nunukan menyelenggarakan senam cuci tangan sehat dalam Car Free Day Minggu (5
April 2015) bertempat di alun - alun Kota Nunukan dengan tema Senam Sehat Bugar
Bersama.
Senam yang
diikuti oleh keluarga besar RSUD Nunukan dan SKPD lain terkait termasuk
organisasi profesi dalam bidang kesehatan diikuti juga oleh Bupati Nunukan.
Dalam sambutan pengantar sebelum senam Bupati Nunukan menyampaikan pentingnya
kesehatan bagi keluarga. Direktur RSUD Nunukan secara terpisah juga
menyampaikan bahwa kegiatan ini guna memberikan ajakan bukan hanya kepada
keluarga besar RSUD Nunukan yang sekarang sedang dalam gencar - gencarnya
melakukan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di lingkungan RSUD
Nunukan namun juga untuk mempromosikan pola hidup bersih dan sehat kepada
seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini diharapkan juga dapat memberikan rasa
kebersamaan antara karyawan RSUD Nunukan dan SKPD terkait dan organisasi
profesi kesehatan yang selama ini aktif dalam pembangunan kesehatan di
Kabupaten Nunukan. Selain melakukan Senam cuci tangan sehat Panitia juga
menyediakan beberapa doorprize yang menarik antara lain MCU gratis, Khitan
gratis, Kulkas dan banyak lagi hadiah hiburan. Direktur RSUD Nunukan dr Dulman
mengatakan bahwa sekarang ini akan banyak kegiatan yang kita lakukan baik di
internal rumah sakit maupun diluar rumah sakit yang semuanya bermuara pada
upaya peningkatan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat khususnya masyarakat
Nunukan. (Humas RSUD Nunukan)
Selasa, 11 Maret 2014
RSUD Nunukan membuka Lowongan dokter kontrak Bedah dan Anestesi
Informasi mengenai layanan spesialis di RSUD Nunukan hingga Maret ini. Menurut Humas RSUD dipandang perlu disampaikan agar masyarakat mengetahui sehingga dapat memanfaatkan layanan tersebut.
untuk spesialis yang definitif ada 3 spesialis: dokter spesialis Obsgyn, Penyakit Dalam, dan Radiologi. Diperkuat layanan spesialis yang dibantu kementrian kesehatan: THT, Mata, Kesehatan Jiwa, Syaraf, Penyakit Dalam (di poliklinik), dan anak (akan datang dalam waktu dekat)
Untuk spesialis bedah dan Anestesi masih menunggu pengiriman dari kementrian Kesehatan terkait ketersediaannya. Anestesi dalam waktu dekat akan habis masa kontraknya. Untuk memenuhi ketersediaan 2 spesialis utama ini RSUD membuka lowongan dokter kontrak untuk memenuhi kebutuhan RSUD.
dr.Dulman, Sp.OG dalam kesempatannya rapat hearing dengan Bupati Nunukan kemarin 5 Maret 2014 mengemukakan bahwa sebaiknya RSUD Nunukan kembali bekerjasama dengan universitas yang lebih kontinyu dalam penyediaan layanan spesialistik kerjasamanya karena lebih mudah mengikat dan menugaskan mahasiswanya ketimbang kementrian Kesehatan RI. Terkait usulan tersebut direktur menyerahkan sepenuhnya ke Bidang Pengembangan dan Kemitraan.
Sabtu, 24 Agustus 2013
RSUD Nunukan Tambah Dokter Bedah dan Kulit
NUNUKAN, tribunkaltim.co.id- Sebagai kelanjutan dari
kerjasama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan dan Kementerian
Kesehatan, Sabtu (3/8/2013), Direktur RSUD Nunukan Dokter Marwan
menerima dokter bedah dan dokter kulit, program pendidikan dokter
spesialis (PPDS) Universitas Gajah Madah (UGM) Yogyakarta jenjang satu
yang ditugaskan Kemenkes.
Kasi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Dokter Senoaji Wijanarko mengatakan, kerjasama ini secara otomatis mengatasi keluhan masyarakat di daerah ini. Karena dokter yang dikirimkan ini baru berganti setelah enam bulan bertugas.
"Dimana yang sebelumnya dokter berganti tiap-tiap dua bulan sehingga menyulitkan pasian," ujarnya.
http://kaltim.tribunnews.com/2013/08/03/rsud-nunukan-tambah-dokter-bedah-dan-kulit
Kasi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Dokter Senoaji Wijanarko mengatakan, kerjasama ini secara otomatis mengatasi keluhan masyarakat di daerah ini. Karena dokter yang dikirimkan ini baru berganti setelah enam bulan bertugas.
"Dimana yang sebelumnya dokter berganti tiap-tiap dua bulan sehingga menyulitkan pasian," ujarnya.
http://kaltim.tribunnews.com/2013/08/03/rsud-nunukan-tambah-dokter-bedah-dan-kulit
Selasa, 02 Juli 2013
pelatihan Basic Trauma Life support untuk perawat dimulai hari ini
Inhouse training Basic Trauma Life support (BTCLS) kerjasama antara
RSUD Nunukan dengan AGD 118 Jakarta dibuka direktur hari ini 2 Juli
2013.
Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 hari ini melibatkan peserta perawat dari RSUD Nunukan dan puskesmas-puskesmas di kabupaten Nunukan. Acara yang merupakan salah satu agenda bidang pengembangan dan kemitraan ini menurut kepalanya Nurmadia,M.Kes. Ditujukan untuk meningkatkan keterampilan perawat yang berujung peningkatan kualitas pelayanan.
Harapan serupa disampaikan direktur dr.Marwan dalam sambutannya pagi ini di ruang training RSUD.
Di hari yang sama juga diadakan bakti sosial operasi katarak diadakan oleh dinas kesehatan menggunakan fasilitas kamar operasi RSUD.
Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 hari ini melibatkan peserta perawat dari RSUD Nunukan dan puskesmas-puskesmas di kabupaten Nunukan. Acara yang merupakan salah satu agenda bidang pengembangan dan kemitraan ini menurut kepalanya Nurmadia,M.Kes. Ditujukan untuk meningkatkan keterampilan perawat yang berujung peningkatan kualitas pelayanan.
Harapan serupa disampaikan direktur dr.Marwan dalam sambutannya pagi ini di ruang training RSUD.
Di hari yang sama juga diadakan bakti sosial operasi katarak diadakan oleh dinas kesehatan menggunakan fasilitas kamar operasi RSUD.
Workshop BLUD RSUD di kantor Bupati
http://kaltim.tribunnews.com/2013/06/26/hari-ini-digelar-workshop-implementasi-blud-rsud-nunukan
Workshop Implementasi BLUD RSUD Nunukan, Rabu (26/6/2013), dibuka secara resmi Bupati Nunukan Basri di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan.
Kegiatan dengan narasumber dari Arsada Dr R Heru Ariyadi MPH dan Drs Ontot Murwato MM Ak itu mengundang sejumlah pihak terkait seperti DPPKAD Nunukan, Bappeda Nunukan, Bagian Hukum Setkab Nunukan, DPRD Nunukan dan Inspektorat Nunukan.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Dokter Marwan mengatakan, dilaksanakannya workshop ini bertujuan mensinergikan persepsi antara instansi pelaksana BLUD dalam hal ini RSUD Nunukan dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Hal tersebit terkait dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Ia mengatakan, RSUD Nunukan telah menjadi BLUD sejak Maret 2011. Dalam perjalanannya, terus terjadi perkembangan dalam hal penggunaan dana pendapatan, yang dikelola sendiri untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.
Kebutuhan-kebutuhan RSUD Nunukan dapat dipenuhi dengan efektif dan efisien dengan memperhatikan kebutuhan real time unit pelayanan RSUD.
Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, berbeda dengan sistem lama yang sangat bergantung pada lelang sehingga menyebabkan tertundanya pelayanan, hal ini tidak legi terjadi di era BLUD.
Workshop Implementasi BLUD RSUD Nunukan, Rabu (26/6/2013), dibuka secara resmi Bupati Nunukan Basri di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan.
Kegiatan dengan narasumber dari Arsada Dr R Heru Ariyadi MPH dan Drs Ontot Murwato MM Ak itu mengundang sejumlah pihak terkait seperti DPPKAD Nunukan, Bappeda Nunukan, Bagian Hukum Setkab Nunukan, DPRD Nunukan dan Inspektorat Nunukan.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Dokter Marwan mengatakan, dilaksanakannya workshop ini bertujuan mensinergikan persepsi antara instansi pelaksana BLUD dalam hal ini RSUD Nunukan dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Hal tersebit terkait dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Ia mengatakan, RSUD Nunukan telah menjadi BLUD sejak Maret 2011. Dalam perjalanannya, terus terjadi perkembangan dalam hal penggunaan dana pendapatan, yang dikelola sendiri untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.
Kebutuhan-kebutuhan RSUD Nunukan dapat dipenuhi dengan efektif dan efisien dengan memperhatikan kebutuhan real time unit pelayanan RSUD.
Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, berbeda dengan sistem lama yang sangat bergantung pada lelang sehingga menyebabkan tertundanya pelayanan, hal ini tidak legi terjadi di era BLUD.
Tim Visitasi dari UGM di RSUD Nunukan
Nunukan, 24 Juni., Kunjungan tim visitasi Universitas Gajah Mada
(UGM) untuk pertama kalinya dalam tahun 2013 ini merupakan kunjungan
yang bertujuan mengevaluasi kinerja dokter PPDS (program pendidikan
dokter spesialis) antara lain Bedah, Neurologi (syaraf), dan kesehatan
Anak dalam melayani masyarakat kabupaten Nunukan.dalam pembukaannya direktur, dr. H. Marwan S. menyampaikan apresiasi dan harapannya terkait PPDS yang bertugas di RSUD Nunukan disamping kondisi-kondisi terkait kurangnya kunjungan pasienyang disebabkan tidak lancarnya akses ke RSUD Nunukan serta kondisi lain terkait kurangnya ketersediaan sarana.
Tim visitasi yang dipimpin dr. Agus Surono.,Sp.THT. ini diterima kepala bidang pengembangan dan kemitraan yang juga merupakan bidang yang ditugasi untuk pengurusan kelanjutan kontrak dan rencana penambahan PPDS baru melengkapi tenaga yang ada.
(dr.Senoaji_kasi Humas dan Kemitraan)
Jumat, 22 Februari 2013
Dokter PPDS Lengkapi Kebutuhan Spesialis di Nunukan
Tribun Kaltim - Selasa, 5 Februari 2013 12:49 WITA
Bupati Nunukan Basri, Selasa (5/2/2013) menemui manajemen RSUD Nunukan dan dokter PPDS yang baru. NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan pada awal bulan ini melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk penyediaan tenaga spesialis. Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Dokter Senoaji Wijanarko mengatakan, penyediaan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari sentra yang berbeda, merupakan upaya RSUD Nunukan dan Kementerian Kesehatan untuk menjaga mutu layanan kesehatan. "Hal ini dimungkinkan, terkait pemberian beasiswa kepada mahasiswa PPDS yang memang berasal dari berbagai sentra pendidikan di seluruh Indonesia," kata Senoaji. Ia mengatakan, dokter PPDS yang didatangkan ini antara lain PPDS bedah, kesehatan anak dan anestesi. Kedatangan mereka ke Nunukan diterima Kepala Tata Usaha RSUD Nunukan Khairil, Kepala Bidang Pengembangan Nurmadia, Kepala Bidang Keperawatan Hajjah Jaleha dan Ketua Komite Medik Dokter Dulman SpOG. Sebelumnya para dokter PPDS dimaksud secara informal telah bertemu dengan Direktur RSUD Nunukan Dokter Marwan S di Tarakan kemarin. Rencananya, Kamis (7/1/2013) mendatang giliran dokter PPDS syaraf yang akan datang ke Nunukan. Sementara Maret, satu lagi dokter spesialis menambah jumlah tenaga di RSUD Nunukan. "Maret tahun ini akan datang Dokter Erlina SpKK, dia berasal dari Nunukan yang telah menyelesaikan studinya di Universitas Hasanuddin. Program itu dibiayai Pemkab Nunukan," ujarnya. Senoaji mengatakan, sejak Oktober tahun lalu hingga Maret 2013, RSUD telah diperkuat Dokter Sari Simatupang, yang merupakan dokter PPDS patologi klinik. Selama berada di Nunukan yang bersangkutan telah banyak memberikan perubahan pada layanan laboratorium yang lebih terkontrol, terpercaya dan akurat. Direktur RSUD Nunukan Marwan berharap, dokter spesialis yang mengisi RSUD Nunukan ini bisa bekerja dengan baik membantu masyarakat Nunukan, sesuai spesialisasinya. Lima dokter PPDS yang didatangkan ini diharapkan maksimal memberikan pelayanan hingga enam bulan kedepan. Hari ini, manajemen RSUD Nunukan beserta para dokter PPDS dimaksud juga diterima Bupati Nunukan Basri di ruang kerjanya
Bupati Nunukan Basri, Selasa (5/2/2013) menemui manajemen RSUD Nunukan dan dokter PPDS yang baru. NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan pada awal bulan ini melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk penyediaan tenaga spesialis. Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Dokter Senoaji Wijanarko mengatakan, penyediaan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari sentra yang berbeda, merupakan upaya RSUD Nunukan dan Kementerian Kesehatan untuk menjaga mutu layanan kesehatan. "Hal ini dimungkinkan, terkait pemberian beasiswa kepada mahasiswa PPDS yang memang berasal dari berbagai sentra pendidikan di seluruh Indonesia," kata Senoaji. Ia mengatakan, dokter PPDS yang didatangkan ini antara lain PPDS bedah, kesehatan anak dan anestesi. Kedatangan mereka ke Nunukan diterima Kepala Tata Usaha RSUD Nunukan Khairil, Kepala Bidang Pengembangan Nurmadia, Kepala Bidang Keperawatan Hajjah Jaleha dan Ketua Komite Medik Dokter Dulman SpOG. Sebelumnya para dokter PPDS dimaksud secara informal telah bertemu dengan Direktur RSUD Nunukan Dokter Marwan S di Tarakan kemarin. Rencananya, Kamis (7/1/2013) mendatang giliran dokter PPDS syaraf yang akan datang ke Nunukan. Sementara Maret, satu lagi dokter spesialis menambah jumlah tenaga di RSUD Nunukan. "Maret tahun ini akan datang Dokter Erlina SpKK, dia berasal dari Nunukan yang telah menyelesaikan studinya di Universitas Hasanuddin. Program itu dibiayai Pemkab Nunukan," ujarnya. Senoaji mengatakan, sejak Oktober tahun lalu hingga Maret 2013, RSUD telah diperkuat Dokter Sari Simatupang, yang merupakan dokter PPDS patologi klinik. Selama berada di Nunukan yang bersangkutan telah banyak memberikan perubahan pada layanan laboratorium yang lebih terkontrol, terpercaya dan akurat. Direktur RSUD Nunukan Marwan berharap, dokter spesialis yang mengisi RSUD Nunukan ini bisa bekerja dengan baik membantu masyarakat Nunukan, sesuai spesialisasinya. Lima dokter PPDS yang didatangkan ini diharapkan maksimal memberikan pelayanan hingga enam bulan kedepan. Hari ini, manajemen RSUD Nunukan beserta para dokter PPDS dimaksud juga diterima Bupati Nunukan Basri di ruang kerjanya
Kamis, 06 Desember 2012
Pelatihan soft skill untuk bekal pelayanan prima
23-24 November lalu di RSUD Nunukan diadakan in-house
training Character Building yang diselenggarakan RSUD Nunukan bekerjasama
dengan lembaga manajemen pengembangan diri Aristoteles pimpinan drs. Muchlis Syahrani,
MBA yang menggunakan metode indoor dan outbond activity. Masih di Bulan yang
sama tanggal 27-28 November dilaksanakan inhouse Training Customer Service
Excellent bekerjasama dengan Trustco Jakarta.
Kedua pelatihan ini dibuka oleh Direktur dr. H. Marwan
Sulistiyoadi dan KaBid Pengembangan dan Kemitraan RSUD Nunukan ibu Nur Madia,
SKM., M. Kes. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan soft skill karyawan RSUD
Nunukan sehingga berperan dalam peningkatan kualitas pelayanan di segala lini
berujung pada peningkatan kepuasan pasien/ klien RSUD Nunukan. Dalam kesempatan
berbeda direktur berujar, kepuasan pasien tidak hanya dapat dipenuhi dari
kelengkapan alat maupun layanan spesialis, namun harus ditunjang pula dengan
keramahtamahan karyawan.
Inhouse training yang diikuti dari berbagai lini pelayanan
di RSUD mulai dari kabid keperawatan, dokter, perawat, bidan, karyawan CSSD,
hingga petugas evakuator bertujuan untuk memperbaiki mindset hal-hal terkait
kinerja dan motif bekerja berkelompok sehingga dalam pekerjaan sehari-hari
kebersamaan tetap terjaga dengan baik sesuai fungsi masing-masing. Tak kurang
100 karyawan di angkatan pertama yang mengikuti pelatihan Character Building
dan Customer Service Excellent angkatan pertama diharapkan mampu menjadi agen
lapangan yang mampu mempengaruhi suasana bekerja yang lebih bersemangat.
Pelatihan ini juga diharapkan berkelanjutan hingga
setidaknya sebagian besar karyawan RSUD Nunukan mendapatkan pembekalan serupa
di tahun berikutnya.
(senoaji wijanarko, Kasi Humas dan Kemitraan)
Rabu, 10 Oktober 2012
RSUD Nunukan berhasil lulus dalam Akreditasi Rumah Sakit tingkat dasar
Diposting oleh : Senoaji Wijanarko, Dr

Suatu yang menggembirakan di RSUD Nunukan ketika sebuah paket datang berisi keterangan bahwa Rumah Sakit kami tercinta berhasil lulus akreditasi rumah sakit tingkat dasar, beberapa waktu lalu.
Tercatat beberapa kali assesment dilakukan oleh para ahli akreditasi di rumah sakit, melibatkan hampir seluruh komponen Rumah Sakit mulai dari direktur hingga jajaran operasional. Berbagai tantangan muncul dalam menyelesaikan persyaratan akreditasi yang didukung penuh ketua komite medik sekaligus ketua IDI Nunukan dr. Dulman, SpOG.,M.Kes. yang dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama semua pihak selama beberapa bulan terakhir. Direktur RSUD Nunukan menyatakan rasa Syukurnya karena salah satu tugas besar berhasil diselesaikan tinggal bagaimana mempertahankannya.
Dalam kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginyaatas kerjasama yang baik dan kekompakan antara pokja, tim akreditasi dan seluruh staf RSUD yang telah mendukung dalam suksesnya akreditasi RS.
Suatu yang menggembirakan di RSUD Nunukan ketika sebuah paket datang berisi keterangan bahwa Rumah Sakit kami tercinta berhasil lulus akreditasi rumah sakit tingkat dasar, beberapa waktu lalu.
Tercatat beberapa kali assesment dilakukan oleh para ahli akreditasi di rumah sakit, melibatkan hampir seluruh komponen Rumah Sakit mulai dari direktur hingga jajaran operasional. Berbagai tantangan muncul dalam menyelesaikan persyaratan akreditasi yang didukung penuh ketua komite medik sekaligus ketua IDI Nunukan dr. Dulman, SpOG.,M.Kes. yang dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama semua pihak selama beberapa bulan terakhir. Direktur RSUD Nunukan menyatakan rasa Syukurnya karena salah satu tugas besar berhasil diselesaikan tinggal bagaimana mempertahankannya.
Dalam kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginyaatas kerjasama yang baik dan kekompakan antara pokja, tim akreditasi dan seluruh staf RSUD yang telah mendukung dalam suksesnya akreditasi RS.
Kemenkes Bahas Hasil Evaluasi Fasilitas Kesehatan di Nunukan
Kamis, 13 September 2012 - 07:55:07 WIB
Diposting oleh : Senoaji Wijanarko, Dr

Diposting oleh : Senoaji Wijanarko, Dr
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id -
Direktur Bina Penunjang Medik Kementerian Kesehatan Dokter Kuntjoro Adi
Purjanto, Kamis (6/9/2012) melakukan pertemuan dengan Direktur RSUD
Nunukan Dokter Marwan dan Kepala Dinas Kesehatan Nunukan Dokter Haji
Andi Akhmat.
Pertemuan yang berlangsung di Puskesmas Nunukan ini membahas mengenai hasil evaluasi pihak Kemenkes terhadap pengamatan di dua fasilitas kesehatan utama di Nunukan yakni RSUD Nunukan dan Puskesmas kota Nunukan.
Kasi Humas RSUD Nunukan Senoaji Wijanarko dalam keterangannya kepada tribunkaltim.co.id menyebutkan, evaluasi ini sempat didampingi Bupati Nunukan Basri pada Selasa (4/9/2012) lalu.
Secara umum evaluasi dilakukan untuk menilai kesiapan RSUD Nunukan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi siapapun.
"Jadi tidak hanya bagi calon tenaga kerja Indonesia. (CTKI) namun bagi siapapun pengguna layanan kesehatan di RSUD Nunukan," ujarnya.
Evaluasi ini juga menekankan pentingnya layanan yang memanusiakan manusia di manapun berada,dari mana pun klien berasal dengan prinsip-prinsip pembangunan dan pengembangan sumber daya secara menyeluruh sehingga menjamin kontinuitas pelayanan.
"Kami berharap masukan-masukan ini dapat menjadi dasar kami mengembangkan banyak hal terkait layanan kesehatan semakin baik bagi masyarakat Nunukan," ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung di Puskesmas Nunukan ini membahas mengenai hasil evaluasi pihak Kemenkes terhadap pengamatan di dua fasilitas kesehatan utama di Nunukan yakni RSUD Nunukan dan Puskesmas kota Nunukan.
Kasi Humas RSUD Nunukan Senoaji Wijanarko dalam keterangannya kepada tribunkaltim.co.id menyebutkan, evaluasi ini sempat didampingi Bupati Nunukan Basri pada Selasa (4/9/2012) lalu.
Secara umum evaluasi dilakukan untuk menilai kesiapan RSUD Nunukan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi siapapun.
"Jadi tidak hanya bagi calon tenaga kerja Indonesia. (CTKI) namun bagi siapapun pengguna layanan kesehatan di RSUD Nunukan," ujarnya.
Evaluasi ini juga menekankan pentingnya layanan yang memanusiakan manusia di manapun berada,dari mana pun klien berasal dengan prinsip-prinsip pembangunan dan pengembangan sumber daya secara menyeluruh sehingga menjamin kontinuitas pelayanan.
"Kami berharap masukan-masukan ini dapat menjadi dasar kami mengembangkan banyak hal terkait layanan kesehatan semakin baik bagi masyarakat Nunukan," ujarnya.
press release: dr. Seno Aji Wijanarko
Penulis : Niko Ruru
Kamis, 28 Juni 2012
Bhakti Sosial, 60 Anak Dikhitan
Rabu (27/6/2012)
Sebanyak 60 anak mengikuti sunatan massal yang digelar PT Jamsostek Tarakan bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.
Bhakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka program Community Social Responsibility (CSR) terhadap klien Jamsostek di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan serta Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Nunukan.
Kegiatan ini dibuka Direktur RSUD Nunukan dr H. Marwan S. dan ketua panitia dr. Dulman SpOG. Mkes serta dihadiri perwakilan Jamsostek Anang Rafidi, Sekretaris Dinsosnakertrans Syahrial dan wakil dari DKPP PMK Nunukan.
Dalam sambutannya baik direktur maupun ketua panitia menyatakan harapan senada, bahwa kegiatan serupa seyogianya berkelanjutan demi membantu masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan secara umum.
Humas RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, pihak RSUD siap memfasilitasi kegiatan terkait CSR perusahaan yang sejalan dengan misi rumah sakit dalam membantu peningkatan taraf kesehatan masyarakat.
berita terkait di Tribunkaltim klik di sini
Sebanyak 60 anak mengikuti sunatan massal yang digelar PT Jamsostek Tarakan bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.
Bhakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka program Community Social Responsibility (CSR) terhadap klien Jamsostek di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan serta Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Nunukan.
Kegiatan ini dibuka Direktur RSUD Nunukan dr H. Marwan S. dan ketua panitia dr. Dulman SpOG. Mkes serta dihadiri perwakilan Jamsostek Anang Rafidi, Sekretaris Dinsosnakertrans Syahrial dan wakil dari DKPP PMK Nunukan.
Dalam sambutannya baik direktur maupun ketua panitia menyatakan harapan senada, bahwa kegiatan serupa seyogianya berkelanjutan demi membantu masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan secara umum.
Humas RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, pihak RSUD siap memfasilitasi kegiatan terkait CSR perusahaan yang sejalan dengan misi rumah sakit dalam membantu peningkatan taraf kesehatan masyarakat.
berita terkait di Tribunkaltim klik di sini
Sabtu, 12 Mei 2012
Medica F.C melaju ke 16 besar
Setelah mengalahkan dinas Kesehatan dengan skor 3-2 beberapa waktu lalu, Medica masuk ke 16 besar kompetisi Danlanal Cup IV. Tim yang menjadi juara Danlanal Cup tahun 2011 lalu ini dimotori oleh Hery Cahyono (manager), Asri (pelatih), dr. Hadi (asisten Pelatih) bersiap untuk mengulang kesuksesan tahun lalu di kompetisi ini setelah gagal meraih kesuksesan di divisi Utama 2012.
Berikut susunan pemain Medica f.c.:
1. Marzuki (kiper)
2. Asrul (kiper)
3. Asri (back)
4. Maryono (back)
5. Adin (back)
6. Irwansyah (back)
7. Hermawan "celli" (back)
8. Kasman (gelandang)
9. Kornelius (gelandang)
10. Japri (gelandang)
11. Ali (gelandang)
12. Ato (gelandang)
13. Juardi (striker)
14. Ismail (striker)
15. Heru (striker)
16. Rabbi (striker)
17. Asman (Back)
Tim yang didirikan pada tahun 2002 ini diharapkan mampu berkompetisi secara sportif dan mempertahankan prestasinya pada Danlanal Cup IV tahun ini.
Pertandingan berikutnya melawan tim NGF pada selasa 15 Mei 2012
Bravo, Medica....!!
(senoaji)
Kamis, 10 Mei 2012
RSUD Nunukan menambah layanan spesialis
oleh: Seno Aji Wijanarko, dr
Sejak berada di bangunan baru 2008, RSUD Nunukan berkomitmen untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat terkait layanan dasar umum hingga spesialis. Mulai dari spesialis Obstetri dan Ginekologi dan Bedah pada awalnya (dr. Amiruddin, Sp.OG dan dr. Daniel, Sp.B) yang merupakan dokter spesialis definitif, saat ini telah berkembang menjadi dokter Radiologi (dr. Andi Ahmad Bintan, Sp. Rad), dokter Obgin (dr. Dulman, Sp.OG) dan dokter Penyakit dalam (dr. Andi Rakhmawati). Berturut-turut dalam rangka melengkapi kekuatan layanan RSUD Nunukan juga mengirimkan dokter umum untuk mengikuti spesialisasi Bedah, Anestesi, Kulit, Paru, Patologi Klinik, anak, dan Gizi klinik.
3 dokter spesialis definitif tersebut memang masih tergolong kurang, untuk menutupi kekurangan tersebut RSUD Nunukan menambahnya melalui kerjasama dokter Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) melalui universitas Hasanuddin (Kulit, Anak, Anestesi, Bedah, Syaraf) dan Kementerian Kesehatan (THT) yang kemungkinan ke depannya akan diperluas baik melalui kedua sentra tersebut maupun sentra lain bergantung kebutuhan dan kemampuan daerah melalui APBD.
Dalam waktu dekat kerja sama ini akan diperluas merekrut dokter Patologi Klinik bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Nunukan)
Sejak berada di bangunan baru 2008, RSUD Nunukan berkomitmen untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat terkait layanan dasar umum hingga spesialis. Mulai dari spesialis Obstetri dan Ginekologi dan Bedah pada awalnya (dr. Amiruddin, Sp.OG dan dr. Daniel, Sp.B) yang merupakan dokter spesialis definitif, saat ini telah berkembang menjadi dokter Radiologi (dr. Andi Ahmad Bintan, Sp. Rad), dokter Obgin (dr. Dulman, Sp.OG) dan dokter Penyakit dalam (dr. Andi Rakhmawati). Berturut-turut dalam rangka melengkapi kekuatan layanan RSUD Nunukan juga mengirimkan dokter umum untuk mengikuti spesialisasi Bedah, Anestesi, Kulit, Paru, Patologi Klinik, anak, dan Gizi klinik.
3 dokter spesialis definitif tersebut memang masih tergolong kurang, untuk menutupi kekurangan tersebut RSUD Nunukan menambahnya melalui kerjasama dokter Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) melalui universitas Hasanuddin (Kulit, Anak, Anestesi, Bedah, Syaraf) dan Kementerian Kesehatan (THT) yang kemungkinan ke depannya akan diperluas baik melalui kedua sentra tersebut maupun sentra lain bergantung kebutuhan dan kemampuan daerah melalui APBD.
Dalam waktu dekat kerja sama ini akan diperluas merekrut dokter Patologi Klinik bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Nunukan)
Langganan:
Postingan (Atom)











