Sabtu, 12 Mei 2012
Medica F.C melaju ke 16 besar
Setelah mengalahkan dinas Kesehatan dengan skor 3-2 beberapa waktu lalu, Medica masuk ke 16 besar kompetisi Danlanal Cup IV. Tim yang menjadi juara Danlanal Cup tahun 2011 lalu ini dimotori oleh Hery Cahyono (manager), Asri (pelatih), dr. Hadi (asisten Pelatih) bersiap untuk mengulang kesuksesan tahun lalu di kompetisi ini setelah gagal meraih kesuksesan di divisi Utama 2012.
Berikut susunan pemain Medica f.c.:
1. Marzuki (kiper)
2. Asrul (kiper)
3. Asri (back)
4. Maryono (back)
5. Adin (back)
6. Irwansyah (back)
7. Hermawan "celli" (back)
8. Kasman (gelandang)
9. Kornelius (gelandang)
10. Japri (gelandang)
11. Ali (gelandang)
12. Ato (gelandang)
13. Juardi (striker)
14. Ismail (striker)
15. Heru (striker)
16. Rabbi (striker)
17. Asman (Back)
Tim yang didirikan pada tahun 2002 ini diharapkan mampu berkompetisi secara sportif dan mempertahankan prestasinya pada Danlanal Cup IV tahun ini.
Pertandingan berikutnya melawan tim NGF pada selasa 15 Mei 2012
Bravo, Medica....!!
(senoaji)
Kamis, 10 Mei 2012
RSUD Nunukan menambah layanan spesialis
oleh: Seno Aji Wijanarko, dr
Sejak berada di bangunan baru 2008, RSUD Nunukan berkomitmen untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat terkait layanan dasar umum hingga spesialis. Mulai dari spesialis Obstetri dan Ginekologi dan Bedah pada awalnya (dr. Amiruddin, Sp.OG dan dr. Daniel, Sp.B) yang merupakan dokter spesialis definitif, saat ini telah berkembang menjadi dokter Radiologi (dr. Andi Ahmad Bintan, Sp. Rad), dokter Obgin (dr. Dulman, Sp.OG) dan dokter Penyakit dalam (dr. Andi Rakhmawati). Berturut-turut dalam rangka melengkapi kekuatan layanan RSUD Nunukan juga mengirimkan dokter umum untuk mengikuti spesialisasi Bedah, Anestesi, Kulit, Paru, Patologi Klinik, anak, dan Gizi klinik.
3 dokter spesialis definitif tersebut memang masih tergolong kurang, untuk menutupi kekurangan tersebut RSUD Nunukan menambahnya melalui kerjasama dokter Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) melalui universitas Hasanuddin (Kulit, Anak, Anestesi, Bedah, Syaraf) dan Kementerian Kesehatan (THT) yang kemungkinan ke depannya akan diperluas baik melalui kedua sentra tersebut maupun sentra lain bergantung kebutuhan dan kemampuan daerah melalui APBD.
Dalam waktu dekat kerja sama ini akan diperluas merekrut dokter Patologi Klinik bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Nunukan)
Sejak berada di bangunan baru 2008, RSUD Nunukan berkomitmen untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat terkait layanan dasar umum hingga spesialis. Mulai dari spesialis Obstetri dan Ginekologi dan Bedah pada awalnya (dr. Amiruddin, Sp.OG dan dr. Daniel, Sp.B) yang merupakan dokter spesialis definitif, saat ini telah berkembang menjadi dokter Radiologi (dr. Andi Ahmad Bintan, Sp. Rad), dokter Obgin (dr. Dulman, Sp.OG) dan dokter Penyakit dalam (dr. Andi Rakhmawati). Berturut-turut dalam rangka melengkapi kekuatan layanan RSUD Nunukan juga mengirimkan dokter umum untuk mengikuti spesialisasi Bedah, Anestesi, Kulit, Paru, Patologi Klinik, anak, dan Gizi klinik.
3 dokter spesialis definitif tersebut memang masih tergolong kurang, untuk menutupi kekurangan tersebut RSUD Nunukan menambahnya melalui kerjasama dokter Program pendidikan dokter spesialis (PPDS) melalui universitas Hasanuddin (Kulit, Anak, Anestesi, Bedah, Syaraf) dan Kementerian Kesehatan (THT) yang kemungkinan ke depannya akan diperluas baik melalui kedua sentra tersebut maupun sentra lain bergantung kebutuhan dan kemampuan daerah melalui APBD.
Dalam waktu dekat kerja sama ini akan diperluas merekrut dokter Patologi Klinik bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Nunukan)
Rumah Sakit Umum Nunukan terus berupaya meningkatkan Layanan
Oleh : Senoaji Wijanarko, dr
Sejak dicanangkannya RSUD Nunukan sebagai rumah sakit berbadan layanan umum daerah, berbagai kelemahan yang menyebabkan lemah dan lambatnya pelayanan terus menerus diperbaiki. Tak kurang mulai dari peningkatan kemampuan managerial, fungsional, hingga perbaikan sistem operasional sederhana semisal sistem pengadaan memberikan perubahan signifikan dalam kinerja RSUD Nunukan secara umum.
Perubahan ini semakin nyata dalam kepemimpinan direktur RSUD Nunukan yang baru dr. H. Marwan Sulistiyoadi yang mulai memimpin RSUD Nunukan sejak 27 Oktober 2011. Perubahan yang nyata dirasakan antara lain makin berkurangnya keluhan akibat ketiadaan pemeriksaan laboratorium akibat kehabisan reagen, hal yang sama juga terjadi pada apotik dan suplai oksigen. Pada tahun ini mulai banyak pelathan yang ditujukan untuk jajaran fungsional guna meningkatkan kemampuan teknis di lapangan dalam penanganan pasen. Peningkatan ini terus dikomunikasikan kepada klien dan calon klien kami, tak kurang sejak 2012 resmi bekerjasama dengan RSUD Nunukan antara lain berbagai perusahaan yang bernaung di bawah berbagai pilihan layanan asuransi yang telah menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan kami antara lain PT. ZAKIRAH (anak Perusahaan Medco), PT. Jamsostek, dan PT. Margie andalan. Perluasan kerjasama ini melalui seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan tidak terhenti sampai di sini, ke depannya masih terbuka kerjasama dengan pihak lain yang sedang kami jajaki.
Di awal 2012 ini juga kami membenahi sistem informasi Rumah Sakit yang telah lama tidak berfungsi, guna mempermudah sistem pendataan dan informasi mulai dari pasien hingga karyawan. Mengapa karyawan? ini penting guna menghitung indexing yang penting perannya bagi penghitungan remunerasi internal hingga pembagian jasa pelayanan proporsional ke depannya. Sehingga penting bagi karyawan untuk menjaga perangkat SIMRS ini agar tidak mudah rusak.
Banyak keluhan masuk terkait peresepan obat di luar yang kemungkinan besar akibat ketiadaan obat yang dimaksud di apotik RSUD. Hal ini perlahan kami dapat minimalkan dengan hanya membeli obat sesuai dengan permintaan user (dokter yang merawat) sehingga memperkecil kemungkinan peresepan ke luar yang memberatkan pasen dari segi jarak dan waktu. Alasan lain peresepan luar antara lain merupakan pilihan obat yang diberikan oleh dokter yang merawat yang tentu saja dikomunikasikan terlebih dahulu ke pasen/keluarganya untuk mendapatkan persetujuan. Benang/obat Standar jamkesmas yang kami sediakan seyogiyanya adalah telah teruji dan memenuhi standar mutu dan dirumuskan para perumus Jamkesmas sehingga pasen tidak perlu mengkhawatirkan kualitasnya. Terkait kekosongan obat dan bahan habis pakai beberapa waktu lalu, berhubungan erat dengan kondisi geografis yang menghambat pengiriman. Namun kondisi ini telah kami perhitungkan dan segera kami perbaiki.
Berbagai perkembangan RSUD Nunukan tentu saja berkat peran dan masukan berbagai pihak di luar RSUD Nunukan utanmanya klien, media massa dan pihak terkait yang aktif memberi saran dan masukan keluhan sebagai bahan evaluasi kami.
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan)
Sejak dicanangkannya RSUD Nunukan sebagai rumah sakit berbadan layanan umum daerah, berbagai kelemahan yang menyebabkan lemah dan lambatnya pelayanan terus menerus diperbaiki. Tak kurang mulai dari peningkatan kemampuan managerial, fungsional, hingga perbaikan sistem operasional sederhana semisal sistem pengadaan memberikan perubahan signifikan dalam kinerja RSUD Nunukan secara umum.
Perubahan ini semakin nyata dalam kepemimpinan direktur RSUD Nunukan yang baru dr. H. Marwan Sulistiyoadi yang mulai memimpin RSUD Nunukan sejak 27 Oktober 2011. Perubahan yang nyata dirasakan antara lain makin berkurangnya keluhan akibat ketiadaan pemeriksaan laboratorium akibat kehabisan reagen, hal yang sama juga terjadi pada apotik dan suplai oksigen. Pada tahun ini mulai banyak pelathan yang ditujukan untuk jajaran fungsional guna meningkatkan kemampuan teknis di lapangan dalam penanganan pasen. Peningkatan ini terus dikomunikasikan kepada klien dan calon klien kami, tak kurang sejak 2012 resmi bekerjasama dengan RSUD Nunukan antara lain berbagai perusahaan yang bernaung di bawah berbagai pilihan layanan asuransi yang telah menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan kami antara lain PT. ZAKIRAH (anak Perusahaan Medco), PT. Jamsostek, dan PT. Margie andalan. Perluasan kerjasama ini melalui seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan tidak terhenti sampai di sini, ke depannya masih terbuka kerjasama dengan pihak lain yang sedang kami jajaki.
Di awal 2012 ini juga kami membenahi sistem informasi Rumah Sakit yang telah lama tidak berfungsi, guna mempermudah sistem pendataan dan informasi mulai dari pasien hingga karyawan. Mengapa karyawan? ini penting guna menghitung indexing yang penting perannya bagi penghitungan remunerasi internal hingga pembagian jasa pelayanan proporsional ke depannya. Sehingga penting bagi karyawan untuk menjaga perangkat SIMRS ini agar tidak mudah rusak.
Banyak keluhan masuk terkait peresepan obat di luar yang kemungkinan besar akibat ketiadaan obat yang dimaksud di apotik RSUD. Hal ini perlahan kami dapat minimalkan dengan hanya membeli obat sesuai dengan permintaan user (dokter yang merawat) sehingga memperkecil kemungkinan peresepan ke luar yang memberatkan pasen dari segi jarak dan waktu. Alasan lain peresepan luar antara lain merupakan pilihan obat yang diberikan oleh dokter yang merawat yang tentu saja dikomunikasikan terlebih dahulu ke pasen/keluarganya untuk mendapatkan persetujuan. Benang/obat Standar jamkesmas yang kami sediakan seyogiyanya adalah telah teruji dan memenuhi standar mutu dan dirumuskan para perumus Jamkesmas sehingga pasen tidak perlu mengkhawatirkan kualitasnya. Terkait kekosongan obat dan bahan habis pakai beberapa waktu lalu, berhubungan erat dengan kondisi geografis yang menghambat pengiriman. Namun kondisi ini telah kami perhitungkan dan segera kami perbaiki.
Berbagai perkembangan RSUD Nunukan tentu saja berkat peran dan masukan berbagai pihak di luar RSUD Nunukan utanmanya klien, media massa dan pihak terkait yang aktif memberi saran dan masukan keluhan sebagai bahan evaluasi kami.
(penulis adalah kepala seksi Humas dan Kemitraan ;kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa BLUD; dan anggota Pokja Badan Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan)
Rabu, 09 Mei 2012
Turut Berduka Cita
Innalillahi wa innalillahi roji'un
Segenap jajaran Rumah Sakit Umum Nunukan
turut berbelasungkawa atas wafatnya
ayahanda dari dr. H. Marwan Sulistiyoadi (direktur RSUD Nunukan)
8 Mei 2012 di Jawa Tengah
Semoga Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan
Amin
Rabu, 17 Agustus 2011
Kamis, 28 Juli 2011
kerjasama RSUD Nunukan dalam pemulangan pasien TKI terlantar
Kerap kali RSUD Nunukan merawat pasien terlantar yang tidak diketahui keluarganya. Umumnya pasien tersebut diantar oleh pihak imigrasi dengan status TKI terlantar. Kebanyakan dari klien TKI terlantar ini memiliki kondisi kesehatan yang menyedihkan baik dari sisi fisik dan psikis. Lamanya pengobatan pun seringkali memperburuk status psikis/mental pasen mulai dari tahap sederhana hingga depresi berat. Ditambah lagi lamanya pengurusan pemulangan dari dinas sosial karena terkendala dana. Dari sisi perawatan, petugas medis pun acap dibuat kebingungan mengingat tidak ada lagi terapi medis yang dilakukan karena pasien dinyatakan sembuh pada tingkatan tertentu, sehingga seringkali pasien TKI tertular infeksi nosokomial dari pasien lain yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Sejak Januari 2011 humas dan pemasaran RSUD Nunukan bekerja sama dengan dinas sosial dan BP3TKI membangun jejaring eksternal yang mempercepat kordinasi pemulangan TKI terlantar dengan cara mengidentifikasi pasien TKI bekerjasama dengan Unit gawat darurat dan utamanya bangsal Cempaka yang dikepalai ibu Erni yang selama ini bersama stafnya banyak membantu bagian humas dan pemasaran RSUD Nunukan secara umum dan pasien secara khusus. Pasien TKI terlantar yang teridentifikasi di bangsal secara lengkap dikonfirmasi ke bagian Humas untuk mendapatkan layanan pemulangan dari dinas sosial. Sejauh ini telah ada 3 pasien dipulangkan melalui kerjasama ini.
Ke depan diharapkan kerjasama ini semakin baik disertai dukungan pendanaan dan kordinasi penanganan TKI bermasalah dari Pemerintah kabupaten Nunukan sehingga dapat meminimalkan efek negatif yang tidak perlu.
Sejak Januari 2011 humas dan pemasaran RSUD Nunukan bekerja sama dengan dinas sosial dan BP3TKI membangun jejaring eksternal yang mempercepat kordinasi pemulangan TKI terlantar dengan cara mengidentifikasi pasien TKI bekerjasama dengan Unit gawat darurat dan utamanya bangsal Cempaka yang dikepalai ibu Erni yang selama ini bersama stafnya banyak membantu bagian humas dan pemasaran RSUD Nunukan secara umum dan pasien secara khusus. Pasien TKI terlantar yang teridentifikasi di bangsal secara lengkap dikonfirmasi ke bagian Humas untuk mendapatkan layanan pemulangan dari dinas sosial. Sejauh ini telah ada 3 pasien dipulangkan melalui kerjasama ini.
Ke depan diharapkan kerjasama ini semakin baik disertai dukungan pendanaan dan kordinasi penanganan TKI bermasalah dari Pemerintah kabupaten Nunukan sehingga dapat meminimalkan efek negatif yang tidak perlu.
![]() |
| salah satu pasen TKI terlantar bersama paramedik Cempaka yang merawatnya |
Rabu, 27 Juli 2011
Pelatihan Komunikasi Efektif gelombang pertama
Tanggal 21-22 Juli 2011 lalu menjadi salah satu hari yang lebih dari biasanya bagi 30 peserta pilihan yang mengikuti pelatihan Komunikasi efektif untuk peningkatan soft skill dalam rangka menuju pelayanan prima. Strategi humas dan pemasaran RSUD Nunukan dalam menentukan hanya orang terpilih pada pelatihan komunikasi ini bukan tanpa alasan. Diharapkan ke-30 peserta terpilih ini yang mampu, akan menularkan ilmunya kepada rekan sejawatnya sehingga persebaran kemampuan berkomunikasi yang baik akan merata hingga diadakan pelatihan-pelatihan berikutnya. Dukungan direktur RSUD Nunukan, dr. H. Rustam Syamsuddin, MM. terhadap kegiatan ini sangat positif tampak dari sambutannya membuka pelatihan ini di hari pertama. Bahkan setelah pelatihan kedua tahun ini yang dijadwalkan pada bulan september akhir beliau berpesan agar tahun depan dianggarkan pelatihan serupa secara berkala sedikitnya 4 kali dalam setahun.
Acara ini didukung penuh oleh Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam rangka memperkuat keinginan bupati Nunukan dalam peningkatan mutu pelayanan RSUD Nunukan yang disampaikan beberapa waktu lalu di RSUD Nunukan langsung kepada pihak manajemen. Menurut bpk Joned Jauri narasumber humas pemda, kegiatan ini ke depannya bisa dibuat berjenjang dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi SKPD lainnya utamanya yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat
(aji)
Acara ini didukung penuh oleh Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam rangka memperkuat keinginan bupati Nunukan dalam peningkatan mutu pelayanan RSUD Nunukan yang disampaikan beberapa waktu lalu di RSUD Nunukan langsung kepada pihak manajemen. Menurut bpk Joned Jauri narasumber humas pemda, kegiatan ini ke depannya bisa dibuat berjenjang dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi SKPD lainnya utamanya yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat
(aji)
Langganan:
Postingan (Atom)


