Selasa, 02 Juli 2013

Workshop BLUD RSUD di kantor Bupati

http://kaltim.tribunnews.com/2013/06/26/hari-ini-digelar-workshop-implementasi-blud-rsud-nunukan


Workshop Implementasi BLUD RSUD Nunukan, Rabu (26/6/2013), dibuka secara resmi Bupati Nunukan Basri di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan.

Kegiatan dengan narasumber dari Arsada Dr R Heru Ariyadi MPH dan Drs Ontot Murwato MM Ak itu mengundang sejumlah pihak terkait seperti  DPPKAD Nunukan, Bappeda Nunukan, Bagian Hukum Setkab Nunukan,  DPRD Nunukan dan Inspektorat Nunukan.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Dokter Marwan mengatakan, dilaksanakannya workshop ini bertujuan mensinergikan persepsi antara instansi pelaksana BLUD dalam hal ini RSUD Nunukan dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Hal tersebit terkait dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ia mengatakan, RSUD Nunukan telah menjadi BLUD sejak Maret 2011. Dalam perjalanannya, terus terjadi perkembangan dalam hal penggunaan dana pendapatan, yang dikelola sendiri untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Kebutuhan-kebutuhan RSUD Nunukan dapat dipenuhi dengan efektif dan efisien dengan memperhatikan kebutuhan real time unit pelayanan RSUD.

Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, berbeda dengan sistem lama yang sangat bergantung pada lelang sehingga menyebabkan tertundanya pelayanan, hal ini tidak legi terjadi di era BLUD.

Tim Visitasi dari UGM di RSUD Nunukan

Nunukan, 24 Juni., Kunjungan tim visitasi Universitas Gajah Mada (UGM) untuk pertama kalinya dalam tahun 2013 ini merupakan kunjungan yang bertujuan mengevaluasi kinerja dokter PPDS (program pendidikan dokter spesialis) antara lain Bedah, Neurologi (syaraf), dan kesehatan Anak dalam melayani masyarakat kabupaten Nunukan.

dalam pembukaannya direktur, dr. H. Marwan S. menyampaikan apresiasi dan harapannya terkait PPDS yang bertugas di RSUD Nunukan disamping kondisi-kondisi terkait kurangnya kunjungan pasienyang disebabkan tidak lancarnya akses ke RSUD Nunukan serta kondisi lain terkait kurangnya ketersediaan sarana.

Tim visitasi yang dipimpin dr. Agus Surono.,Sp.THT. ini diterima kepala bidang pengembangan dan kemitraan yang juga merupakan bidang yang ditugasi untuk pengurusan kelanjutan kontrak dan rencana penambahan PPDS baru melengkapi tenaga yang ada.
(dr.Senoaji_kasi Humas dan Kemitraan)

Jumat, 22 Februari 2013

Dokter PPDS Lengkapi Kebutuhan Spesialis di Nunukan

Tribun Kaltim - Selasa, 5 Februari 2013 12:49 WITA
Bupati Nunukan Basri, Selasa (5/2/2013) menemui manajemen RSUD Nunukan dan dokter PPDS yang baru. NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan pada awal bulan ini melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk penyediaan tenaga spesialis. Kepala Seksi Humas dan Kemitraan RSUD Nunukan Dokter Senoaji Wijanarko mengatakan, penyediaan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari sentra yang berbeda, merupakan upaya RSUD Nunukan dan Kementerian Kesehatan untuk menjaga mutu layanan kesehatan. "Hal ini dimungkinkan, terkait pemberian beasiswa kepada mahasiswa PPDS yang memang berasal dari berbagai sentra pendidikan di seluruh Indonesia," kata Senoaji. Ia mengatakan, dokter PPDS yang didatangkan ini antara lain PPDS bedah, kesehatan anak dan anestesi. Kedatangan mereka ke Nunukan diterima Kepala Tata Usaha RSUD Nunukan Khairil, Kepala Bidang Pengembangan Nurmadia, Kepala Bidang Keperawatan Hajjah Jaleha dan Ketua Komite Medik Dokter Dulman SpOG. Sebelumnya para dokter PPDS dimaksud secara informal telah bertemu dengan Direktur RSUD Nunukan Dokter Marwan S di Tarakan kemarin. Rencananya, Kamis (7/1/2013) mendatang giliran dokter PPDS syaraf yang akan datang ke Nunukan. Sementara Maret, satu lagi dokter spesialis menambah jumlah tenaga di RSUD Nunukan. "Maret tahun ini akan datang Dokter Erlina SpKK, dia berasal dari Nunukan yang telah menyelesaikan studinya di Universitas Hasanuddin. Program itu dibiayai Pemkab Nunukan," ujarnya. Senoaji mengatakan, sejak Oktober tahun lalu hingga Maret 2013, RSUD telah diperkuat Dokter Sari Simatupang, yang merupakan dokter PPDS patologi klinik. Selama berada di Nunukan yang bersangkutan telah banyak memberikan perubahan pada layanan laboratorium yang lebih terkontrol, terpercaya dan akurat. Direktur RSUD Nunukan Marwan berharap, dokter spesialis yang mengisi RSUD Nunukan ini bisa bekerja dengan baik membantu masyarakat Nunukan, sesuai spesialisasinya. Lima dokter PPDS yang didatangkan ini diharapkan maksimal memberikan pelayanan hingga enam bulan kedepan. Hari ini, manajemen RSUD Nunukan beserta para dokter PPDS dimaksud juga diterima Bupati Nunukan Basri di ruang kerjanya

Kamis, 06 Desember 2012

Pelatihan soft skill untuk bekal pelayanan prima


23-24 November lalu di RSUD Nunukan diadakan in-house training Character Building yang diselenggarakan RSUD Nunukan bekerjasama dengan lembaga manajemen pengembangan diri Aristoteles pimpinan drs. Muchlis Syahrani, MBA yang menggunakan metode indoor dan outbond activity. Masih di Bulan yang sama tanggal 27-28 November dilaksanakan inhouse Training Customer Service Excellent bekerjasama dengan Trustco Jakarta. 

Kedua pelatihan ini dibuka oleh Direktur dr. H. Marwan Sulistiyoadi dan KaBid Pengembangan dan Kemitraan RSUD Nunukan ibu Nur Madia, SKM., M. Kes. Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan soft skill karyawan RSUD Nunukan sehingga berperan dalam peningkatan kualitas pelayanan di segala lini berujung pada peningkatan kepuasan pasien/ klien RSUD Nunukan. Dalam kesempatan berbeda direktur berujar, kepuasan pasien tidak hanya dapat dipenuhi dari kelengkapan alat maupun layanan spesialis, namun harus ditunjang pula dengan keramahtamahan karyawan.








Inhouse training yang diikuti dari berbagai lini pelayanan di RSUD mulai dari kabid keperawatan, dokter, perawat, bidan, karyawan CSSD, hingga petugas evakuator bertujuan untuk memperbaiki mindset hal-hal terkait kinerja dan motif bekerja berkelompok sehingga dalam pekerjaan sehari-hari kebersamaan tetap terjaga dengan baik sesuai fungsi masing-masing. Tak kurang 100 karyawan di angkatan pertama yang mengikuti pelatihan Character Building dan Customer Service Excellent angkatan pertama diharapkan mampu menjadi agen lapangan yang mampu mempengaruhi suasana bekerja yang lebih bersemangat.
Pelatihan ini juga diharapkan berkelanjutan hingga setidaknya sebagian besar karyawan RSUD Nunukan mendapatkan pembekalan serupa di tahun berikutnya.

(senoaji wijanarko, Kasi Humas dan Kemitraan)

Rabu, 10 Oktober 2012

RSUD Nunukan berhasil lulus dalam Akreditasi Rumah Sakit tingkat dasar

Diposting oleh : Senoaji Wijanarko, Dr


Suatu yang menggembirakan di RSUD Nunukan ketika sebuah paket datang berisi keterangan bahwa Rumah Sakit kami tercinta berhasil lulus akreditasi rumah sakit tingkat dasar, beberapa waktu lalu.

Tercatat beberapa kali assesment dilakukan oleh para ahli akreditasi di rumah sakit, melibatkan hampir seluruh komponen Rumah Sakit mulai dari direktur hingga jajaran operasional. Berbagai tantangan muncul dalam menyelesaikan persyaratan akreditasi yang didukung penuh ketua komite medik sekaligus ketua IDI Nunukan dr. Dulman, SpOG.,M.Kes. yang dalam sebuah kesempatan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama semua pihak selama beberapa bulan terakhir. Direktur RSUD Nunukan menyatakan rasa Syukurnya karena salah satu tugas besar berhasil diselesaikan tinggal bagaimana mempertahankannya.

Dalam kesempatan yang sama beliau juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginyaatas kerjasama yang baik dan kekompakan antara pokja, tim akreditasi dan seluruh staf RSUD yang telah mendukung dalam suksesnya akreditasi RS.

Kemenkes Bahas Hasil Evaluasi Fasilitas Kesehatan di Nunukan

Kamis, 13 September 2012 - 07:55:07 WIB

Diposting oleh : Senoaji Wijanarko, Dr

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id - Direktur Bina Penunjang Medik Kementerian Kesehatan Dokter Kuntjoro Adi Purjanto, Kamis (6/9/2012) melakukan pertemuan dengan Direktur RSUD Nunukan Dokter Marwan dan Kepala Dinas Kesehatan Nunukan Dokter Haji Andi Akhmat.


Pertemuan yang berlangsung di Puskesmas Nunukan ini membahas mengenai hasil evaluasi pihak Kemenkes terhadap pengamatan di dua fasilitas kesehatan utama di Nunukan yakni RSUD Nunukan dan Puskesmas kota Nunukan.


Kasi Humas RSUD Nunukan Senoaji Wijanarko dalam keterangannya kepada tribunkaltim.co.id menyebutkan, evaluasi ini sempat didampingi Bupati Nunukan Basri pada Selasa (4/9/2012) lalu.


Secara umum evaluasi dilakukan untuk menilai kesiapan RSUD Nunukan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi siapapun.
"Jadi tidak hanya bagi calon tenaga kerja Indonesia. (CTKI) namun bagi siapapun pengguna layanan kesehatan di RSUD Nunukan," ujarnya.


Evaluasi ini juga menekankan pentingnya layanan yang memanusiakan manusia di manapun berada,dari mana pun klien berasal dengan prinsip-prinsip pembangunan dan pengembangan sumber daya secara menyeluruh sehingga menjamin kontinuitas pelayanan.


"Kami berharap masukan-masukan ini dapat menjadi dasar kami mengembangkan banyak hal terkait layanan kesehatan semakin baik bagi masyarakat Nunukan," ujarnya.

press release: dr. Seno Aji Wijanarko
Penulis : Niko Ruru

Kamis, 28 Juni 2012

Bhakti Sosial, 60 Anak Dikhitan

Rabu (27/6/2012)
Sebanyak 60 anak mengikuti sunatan massal yang digelar PT Jamsostek  Tarakan bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Bhakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka program Community Social Responsibility (CSR) terhadap klien Jamsostek di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nunukan serta Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman dan Pemadam Kebakaran Nunukan.

Kegiatan ini dibuka Direktur RSUD Nunukan dr H. Marwan S. dan ketua panitia dr. Dulman SpOG. Mkes serta dihadiri perwakilan Jamsostek Anang Rafidi, Sekretaris Dinsosnakertrans Syahrial dan wakil dari DKPP PMK Nunukan.

Dalam sambutannya baik direktur maupun ketua panitia menyatakan harapan senada, bahwa kegiatan serupa seyogianya berkelanjutan demi membantu masyarakat dalam peningkatan kualitas kesehatan secara umum.
Humas RSUD Nunukan Senoaji mengatakan, pihak RSUD siap memfasilitasi kegiatan terkait CSR perusahaan yang sejalan dengan misi rumah sakit dalam membantu peningkatan taraf kesehatan masyarakat.


berita terkait di Tribunkaltim klik di sini